Soeng Simon Priadi korban Koboi Pal Merah itu Temperamental
JAKARTA, Tak banyak yang tahu akan sosok Soeng Simon Priadi (25), korban aksi umbar tembakan "Koboy Palmerah". Warga di sekitar...
https://www.jakartaforum.com/2012/05/soeng-simon-priadi-korban-koboi-pal.html
JAKARTA, Tak banyak yang tahu akan sosok Soeng Simon Priadi (25), korban aksi umbar tembakan "Koboy Palmerah". Warga di sekitar rumahnya yang tercatat dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) di kawasan Jatipulo, Jakarta Barat jarang melihat sosok pemuda yang ramai jadi pembicaraan lantaran berani melawan oknum TNI yang mengumbar tembakan itu.
Menurut Wakil Sekretaris RT setempat, Suparmin, keluarga Soeng sudah sejak lama tinggal di tempat itu. Namun, keluarga ini dikenal cukup sibuk sehingga jarang bersosialisasi dengan warga di sekitar komplek. Soeng Simon merupakan anak tunggal dari Soeng Monika. Simon kecil, diakui Parmin, tumbuh dan besar di rumah bersama dengan kakek, nenek, ibu, dan bibinya.
"Belasan tahun lalu, mereka pindah ke Kebayoran Baru. Simon dan ibunya," ujar Parmin, Kamis (3/5/2012), saat dijumpai Kompas.com di rumahnya.
Namun, meski sudah pindah rumah, Simon masih sering bolak-balik ke rumah tersebut. Data KTP milik Simon juga masih meminjam alamat rumah kakek Simon, Soeng. Parmin mengenang Simon memang bukan orang yang kerap bersosialisasi dengan warga setempat. Pasalnya, Simon selain sudah pindah rumah juga bersekolah di Australia. Namun, seingat Parmin, Simon memang sosok yang cukup berani dalam bersikap.
"Pernah dia berselisih pendapat sama petugas kelurahan saat bikin e-KTP. Dia marah karena nggakboleh masuk dengan alasan pakai celana pendek. Dia kan ada tatonya di kaki," ujar Parmin.
Simon tidak terima akan larangan itu, dan sempat berdebat dengan petugas kelurahan. "Ya, kalau saya lihat dia memang sedikit temperamental. Tapi kalau lihat peristiwa kemarin, kan dia diam saja di video itu. Yah, saya prihatin juga lihat dia diancam pistol begitu," kata Parmin.
Ketika ditanya soal latar belakang keluarga Simon, Parmin mengaku tak mengetahuinya. Kediaman keluarga Soeng sendiri saat dikunjungi juga tampak sepi. Di depan rumah bertingkat dua itu, hanya ada satu orang tukang kayu bernama Mamat. Soeng yang merupakan orang paling tua di rumah itu dan merupakan kakek dari Simon juga sempat keluar.
"Nggak ada orang," katanya sembari masuk ke dalam rumah lagi.
Diberitakan sebelumnya, Simon menjadi korban aksi umbar tembakan aparat TNI AD bernama Kapten A pada Senin (30/4/2012) siang di depan kantor Kompas TV, Jalan Tentara Pelajar, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Insiden itu direkam oleh warga sekitar. Video berdurasi 2 menit dengan judul "Koboy Palmerah" itu kemudian diunggah oleh akun bernama Unplugged The TV pada Selasa (1/5/2012) sekitar pukul 13.00.
Video tersebut dimulai dengan aksi Kapten A yang tengah mengintimidasi Simon. Tak lama kemudian, terdengar suara tembakan dari senjata yang dipegang Kapten A. Saat itu, Kapten A berdiri di belakang mobil Toyota Avanza berpelat nomor 1394-00 warna hijau dof milik TNI AD. Ia terlihat emosi dan mulai menghardik Simon yang berkaus biru dan masih menggunakan helm putih berdiri di depan sepeda motor miliknya.
Kapten A juga menenteng senjata mirip senjata api jenis FN dan sebuah tongkat besi. Ia berkali-kali menghardik Simon sambil memukulinya dengan tangan ataupun senjata yang digenggamnya ke arah kepala dan paha Simon.
Berdasarkan keterangan saksi mata, Andri, perselisihan antara keduanya terjadi karena pengendara sepeda motor merasa dipepet oleh mobil yang dikendarai MA. "Kejadiannya sekitar 20 menit karena berhasil dilerai sama polisi militer yang datang berseragam dan pakai mobil warna putih. Si penembak juga langsung dibawa polisi militer," kata Andri.
sumber: KOMPAS.com

Post a Comment