UPDATE SORE: Korban Tewas Tragedi KM Virgo Transport 8 di Masalembo Bertambah Menjadi 6 Orang
Kronologi dan Manifes Riil Kapal
Berdasarkan informasi manifes terbaru dari Kantor SAR Banjarmasin, kapal jenis Ro-Ro milik PT Virgo Karya Shipping tersebut bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) pagi dengan mengangkut total 243 orang (terdiri dari penumpang dan anak buah kapal/ABK).
Namun nahas, kapal dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA akibat terjangan cuaca buruk ekstrem. Posko pencarian melaporkan bahwa fisik kapal berukuran 8.540 GT tersebut ditemukan dalam kondisi terbalik sepenuhnya di wilayah perairan Laut Jawa, berjarak sekitar 80 mil laut (148 kilometer) sebelum mencapai Dermaga Banjarmasin.
Baca Juga: MISTERI SEGITIGA MASALEMBO: Riwayat Kelam KM Virgo Transport 8 dan Memori Tragedi Tampomas II
Rincian Evakuasi 6 Korban Meninggal Dunia
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa lonjakan angka korban jiwa ini terjadi setelah tim verifikasi posko mencocokkan data dari kapal-kapal tunda komersial yang ikut membantu proses penyelamatan di titik koordinat.
Berdasarkan papan data resmi info operasi SAR terbaru, total korban yang telah berhasil dievakuasi kini mencapai 125 orang. Berikut adalah rincian distribusi korban yang berhasil dihimpun dari beberapa armada penyelamat di lapangan:
Armada PP Hwdwet al: Mengevakuasi total 16 orang, dengan konfirmasi 1 orang meninggal dunia.
TB TCP: Berhasil mengevakuasi 16 orang penumpang dalam kondisi selamat.
TV Hasio (MV Haida): Berhasil menyelamatkan 49 orang penumpang.
KM Calaya Kalapi: Turut mengevakuasi 18 orang korban selamat di sekitar lokasi kejadian.
Dengan total korban terevakuasi yang telah mencapai 125 orang dari total POB awal 243 orang, tim SAR gabungan menegaskan bahwa saat ini masih ada sekitar 118 orang penumpang lainnya yang berstatus belum ditemukan dan dalam pencarian intensif.
Saat ini, KN SAR Laksmana 241 bersama armada pendukung dari TNI AL, Polairud, serta pemantauan udara helikopter Dauphin masih berfokus melakukan penyisiran meluas di sekitar lokasi kejadian. Otoritas kepelabuhanan juga telah mendirikan Posko Tanggap Darurat di Terminal Penumpang Pelabuhan Trisakti Banjarmasin guna melayani pihak keluarga yang ingin memeriksa daftar manifes nama korban. (JF/Angga)


Posting Komentar