Gempa Dahsyat M7,4 Guncang Kolombia: Korban Tewas Melonjak Drastis Tembus 132 Orang

gempa bumi kolombia m74 bangunan runtuh korban jiwa agustus 2026
Dampak Gempa Kolombia: Kondisi bangunan Ibadah yang runtuh setelah diguncang gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,4 di wilayah barat Kolombia, Senin (10/8)
JAKARTAFORUM - BOGOTA – Jumlah korban jiwa akibat bencana gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia dilaporkan terus bertambah drastis. Berdasarkan pemutakhiran data terbaru pada Selasa (11/8/2026) siang, otoritas setempat mengonfirmasi angka kematian kini telah melampaui 132 orang, melonjak tajam dari laporan awal yang sebelumnya mencatat 20 korban jiwa.

Berdasarkan data badan seismologi, gempa bumi dahsyat ini terjadi pada Senin pagi pukul 07.34 waktu setempat. Episentrum guncangan terletak di Departemen Chocó, berjarak sekitar 20 kilometer dari San José del Palmar, dengan kedalaman hiposentrum mencapai 110,3 kilometer. Guncangan dengan intensitas skala VII MMI (Sangat Kuat) ini dipicu oleh aktivitas sesar geser di dalam Lempeng Nazca.

Ratusan Bangunan Runtuh di Berbagai Kota Besar

Lonjakan drastis jumlah korban jiwa disebabkan oleh banyaknya infrastruktur dan bangunan bertingkat yang runtuh seketika saat gempa terjadi. Otoritas penanggulangan bencana Kolombia merinci, sebanyak 47 korban tewas ditemukan di Kota Pereira, di mana 3 orang di antaranya tertimbun reruntuhan Bandar Udara Internasional Matecaña yang hancur.

Selain itu, sebanyak 27 korban jiwa teridentifikasi di Valle del Cauca, disusul puluhan korban lainnya yang tersebar di wilayah Buenaventura, Chocó, dan Manizales.

Sementara itu, Wali Kota Cali, Alejandro Eder, melaporkan bahwa sedikitnya ada 25 bangunan besar runtuh total di wilayah hukumnya. Hingga saat ini, tim penyelamat masih berjuang mengevakuasi sejumlah warga yang dilaporkan terjebak di bawah puing-puing beton yang belum diketahui jumlah pastinya.

Transportasi Lumpuh dan Kerusakan Fasilitas Publik

Dampak kerusakan parah juga melumpuhkan sektor transportasi udara. Lebih dari 10 bandara utama di Kolombia, termasuk bandara di Manizales, Quibdó, Armenia, dan Cartago, terpaksa menangguhkan seluruh jadwal penerbangan akibat kerusakan struktural pada landasan dan bangunan terminal.

Di Kota Manizales, salah satu menara ikonik Katedral Basilika Bunda Rosario dilaporkan runtuh dan hancur menimpa ruang tengah tempat ibadah tersebut. Di lokasi berbeda pada kota yang sama, sebuah gedung pemukiman berlantai 4 juga mengalami runtuh sebagian.

Dahsyatnya kekuatan gempa ini membuat guncangan terasa sangat kuat hingga ke negara tetangga seperti Panama, Ekuador, Venezuela, serta ibu kota Bogota. Hal ini memicu kepanikan luar biasa dan evakuasi massal warga dari gedung-gedung pencakar langit.

Merespons bencana nasional ini, Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella langsung mengumumkan pembentukan Pos Komando Terpadu (PKT) serta mendirikan pusat tanggap darurat di San José del Palmar guna memimpin langsung operasi penyelamatan dan pemulihan pascagempa. *(Angga/Red)


     

Related

Nasional 1372424296848004821

Posting Komentar

Twit Terbaru

Total Tayangan Halaman

Follow Us



item