Pasca Ketegangan di Pejompongan, Seorang Warga Petamburan Diduga Jadi Korban Salah Sasaran

kesaksian Faturohman (18) warga Petamburan korban penganiayaan salah sasaran pasca bentrok demo DPR RI di Pejompongan Jakarta Pusat.
Faturohman (18), warga Petamburan, saat memberikan keterangan pers terkait kronologi dugaan aksi penganiayaan salah sasaran yang menimpanya pasca-ketegangan massa di Pejompongan, Jumat (28/8). (Foto: Istimewa)
JakartaForum, JAKARTA – Pasca-terjadinya rentetan aksi ketegangan massa yang sempat memecahkan kondusivitas di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (27/8) malam, sebuah insiden dugaan salah sasaran dilaporkan menimpa salah seorang warga lokal di kawasan pemukiman sekitar.

Korban yang diketahui berinisial FR (18), seorang remaja yang tercatat sebagai warga RT 02/RW 06, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, memberikan keterangan pers secara terbuka didampingi pihak keluarga dan tokoh masyarakat setempat pada Jumat (28/8) siang.

Kronologi Peristiwa di Lapangan

Berdasarkan keterangan yang dihimpun tim redaksi, peristiwa tersebut bermula ketika situasi di sekitar jalur Pejompongan hingga Petamburan mulai memanas pasca-pembubaran massa aksi unjuk rasa utama di depan Gedung DPR RI. Pada saat itu, korban mengaku sedang berdiri di area depan tempat tinggalnya untuk memantau situasi lingkungan secara mandiri.

Secara tiba-tiba, gelombang massa perusuh yang terpecah konsentrasinya mulai berlarian merangsek masuk ke dalam kawasan pemukiman warga. Di saat yang bersamaan, muncul sekelompok orang yang tidak dikenal langsung mendatangi posisi korban dan melakukan tindakan represif berupa dorongan fisik hingga menyebabkan korban terjatuh.

Sempat Menolak dan Memberikan Penjelasan

Meskipun dalam kondisi tertekan, korban dilaporkan sempat melakukan upaya komunikasi persuasif dan menjelaskan secara kooperatif kepada kelompok orang tersebut bahwa dirinya bukanlah bagian dari kelompok massa aksi, melainkan murni merupakan warga asli setempat yang bertempat tinggal di lingkungan RT tersebut.

Namun demikian, penjelasan dari pihak korban tidak diindahkan oleh kelompok massa tidak dikenal tersebut. Korban tetap dibawa dan diseret secara paksa menuju ke area jalur jalan raya utama, sebelum akhirnya sempat dibawa ke area depan Gedung DPR RI dan diserahkan kepada pihak berwajib untuk diamankan ke Mapolda Metro Jaya guna pemeriksaan dokumen identitas lebih lanjut.

Alami Tindakan Intimidasi dan Penganiayaan

Dalam keterangannya di hadapan awak media, FR mengaku bahwa selama proses pemindahan paksa tersebut berlangsung, dirinya mendapatkan berbagai tindakan intimidasi fisik maupun verbal dari kelompok pelaku. Akibat insiden salah sasaran ini, korban menderita sejumlah luka memar dan cidera akibat penganiayaan di beberapa bagian vital tubuh, di antaranya area dada, punggung, serta kepala.

Setelah melalui proses klarifikasi dokumen kependudukan secara resmi di Mapolda Metro Jaya, korban akhirnya dinyatakan bersih dan diizinkan untuk dipulangkan kembali kepada pihak keluarga karena terbukti tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam aksi ketegangan malam sebelumnya.

Kondisi Medis dan Imbauan Tokoh Masyarakat

Hingga berita ini diturunkan pada Jumat siang, FR dilaporkan sudah mendapatkan penanganan medis secara intensif dari fasilitas kesehatan terdekat. Saat ini, kondisi fisik dan psikologis korban masih berada di bawah pemantauan rutin dari tim dokter guna proses pemulihan trauma fisik pasca-kejadian.

Merangkum dinamika insiden tersebut, pihak tokoh masyarakat dan perangkat RT/RW setempat mengimbau kepada seluruh lapisan warga di kawasan Petamburan untuk tidak terpancing emosi dan tetap menjaga keamanan lingkungan sekitar secara kondusif. Pihak keluarga menyerahkan penanganan lanjutan atas kasus dugaan penganiayaan salah sasaran ini sepenuhnya kepada prosedur hukum yang berlaku melalui aparat kepolisian berwenang. (JF/Angga)


     

Related

kriminal 8637335955682439011

Posting Komentar

Twit Terbaru

Total Tayangan Halaman

Follow Us



item