Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, Ratusan Siswa dan Wali Murid di Batang Terkapar

JAKARTA FORUM, Batang, 24 September 2026 — Kasus dugaan keracunan massal berskala besar mengguncang Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Sedikitnya 276 warga yang terdiri dari siswa sekolah dan wali murid terpaksa dilarikan secara bergiliran ke RSUD Batang dan Puskesmas Bawang sejak Rabu (23/9) malam hingga Kamis (24/9) pagi akibat mengalami gejala klinis serupa usai menyantap hidangan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para korban berasal dari 11 lokasi penerima manfaat yang mencakup jenazah sekolah TK, SD, SMP, SMA, hingga pondok pesantren di wilayah Kecamatan Bawang. Seluruh korban dilaporkan mulai merasakan gejala mual, muntah, dan pusing yang hebat secara massal pada Rabu sore hingga malam hari. Padahal, menu makanan tersebut didistribusikan dan disantap pada Selasa (23/9) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Warga membawa anak korban keracunan makanan bergizi gratis MBG ke Puskesmas Bawang Batang.
Suasana evakuasi para siswa diduga korban keracunan massal menu MBG di Puskesmas Bawang, Batang, Rabu (23/9/2026) sore.
Keterlambatan munculnya gejala ini diduga karena karakteristik bakteri atau zat di dalam makanan yang membutuhkan waktu inkubasi. Sementara itu, sejumlah wali murid ikut menjadi korban lantaran beberapa siswa memilih membawa pulang porsi makanan tersebut untuk disantap bersama keluarga di rumah. Akibat ledakan jumlah pasien, puluhan armada ambulans tampak hilir mudik memindahkan pasien ke fasilitas kesehatan terdekat.

Merespons insiden luar biasa ini, Wakil Bupati Batang sekaligus Ketua Satgas MBG Kecamatan Bawang, Suyono, memberikan penjelasan resmi. Ia membenarkan bahwa pada hari kejadian, sebanyak 2.700 porsi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) telah dibagikan serentak kepada para penerima manfaat di wilayahnya.

"Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Ini masalah pengelolaan makanan, jika tidak dilakukan dengan ekstra hati-hati tentunya akan berdampak fatal seperti kasus dugaan keracunan ini," urai Suyono saat meninjau penanganan pasien di fasilitas kesehatan.

Atas kejadian darurat tersebut, Suyono menginstruksikan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pengelola dapur produksi untuk memperketat penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara menyeluruh. Seluruh tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, pengemasan, hingga distribusi logistik makanan diminta dipastikan steril dan mengikuti regulasi kesehatan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(Angga/JF)


     

Related

Satgas MBG.Jakarta Forum 21426815984045433

Posting Komentar

Twit Terbaru

Total Tayangan Halaman

Follow Us



item