Sigit Wardana 'Base Jam' Rilis Album 'Eksisten', Padukan Lagu Remake dan Pesan Kesederhanaan
![]() |
| Musisi Sigit Wardana tersenyum saat menghadiri peluncuran album solo ketiganya bertajuk Eksisten di Jakarta |
JAKARTA FORUM, Jakarta - Sigit Wardana merilis album solo ketiganya bertajuk Eksisten yang memadukan tiga lagu lama yang diaransemen ulang dan dua lagu baru. Melalui album ini, vokalis band Base Jam tersebut ingin memberikan penghormatan kepada lagu-lagu yang memiliki arti dalam perjalanan hidupnya sekaligus menyampaikan cerita personal tentang keluarga dan kesederhanaan.
Sigit mengungkapkan, album Eksisten awalnya direncanakan berisi lagu-lagu milik musisi lain. Namun, sejumlah kendala selama proses pengerjaan membuat konsep tersebut berubah hingga akhirnya memadukan lagu remake dan materi baru.
“Emang ada keinginan untuk bikin satu album penuh lagu orang semua. Kayak penghargaan terhadap lagu-lagu yang menurut gue sudah memberikan warna buat hidup gue,” ujar Sigit Wardana dalam sesi tanya jawab saat peluncuran album Eksisten.
![]() |
| Sigit Wardana membawakan lagu-lagu di album terbarunya Eksisten secara live bersama band pengiring dalam acara peluncuran album di Jakarta |
Menurut Sigit, pemilihan judul Eksisten juga memiliki makna tersendiri. "Judul tersebut menjadi semacam doa sekaligus penegasan bahwa dirinya dan band Base Jam masih terus..."
“Dan itu kan juga sebuah doa ya, maksudnya menegaskan kalau si Sigit Wardana itu ya masih tetap eksis band,” ungkapnya.
Ia mengaku masih memiliki sejumlah lagu yang ingin dibawakan ulang, tetapi belum bisa dimasukkan ke dalam album tersebut. Salah satunya adalah Satu Senyum Saja dari grup musik Tipe-X. Sigit menyebut komunikasi terkait lagu tersebut sempat dilakukan, tetapi belum dapat direalisasikan karena kendala tertentu.
Selain lagu dari Tipe-X, ia juga mengungkapkan ketertarikannya terhadap karya-karya Flanella.
Sigit Wardana Jadikan Eksisten Ruang Cerita Personal
Bagi Sigit Wardana, proyek solo menjadi ruang untuk menyampaikan pengalaman dan perasaan pribadi melalui musik. Pendekatan tersebut juga diterapkan dalam album sebelumnya, November, yang bercerita tentang keluarga, kehidupan bersama istri dan anak-anak, serta pengalamannya menjalani peran sebagai seorang ayah.
Melalui Eksisten, Sigit kembali mengangkat sisi kehidupan yang dekat dengan kesehariannya. Ia ingin menunjukkan bahwa kehidupan seorang musisi tidak selalu identik dengan kemewahan dan kesenangan.
Menurut dia, musisi juga menjalani kehidupan seperti orang lain, dengan tanggung jawab terhadap keluarga yang harus tetap dijalankan di tengah aktivitas bermusik.
“Gue pengen mengangkat kesederhanaan. Sederhana itu indah kok. Hidup sederhana itu indah,” tuturnya.
Pengalaman menjalani kehidupan di perkotaan juga menjadi bagian dari sudut pandang yang ingin disampaikan Sigit. Ia mengaku dalam beberapa tahun terakhir semakin sering menggunakan transportasi umum untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Pengalaman tersebut membuatnya bersentuhan langsung dengan berbagai sisi kehidupan masyarakat. Hal-hal sederhana yang dialaminya menjadi bagian dari perspektif personal yang ingin ia hadirkan melalui musik.
Sigit Wardana Siapkan Proyek Solo dan Mini Album Berikutnya
Setelah merilis Eksisten, Sigit Wardana berencana melanjutkan perjalanan musik solonya melalui sejumlah proyek baru, termasuk merilis single. Ia juga membuka peluang untuk menghadirkan mini album dengan tema berbeda pada 2027, selama tidak ada kendala dalam proses pengerjaannya.
Sigit mengaku lebih menyukai format mini album dibandingkan album penuh. Menurutnya, format tersebut memungkinkan proses pengerjaan berjalan lebih cepat sekaligus membuat materi musik lebih mudah diterima pendengar.
“Tapi mungkin juga di tahun depan kalau memang nggak ada halangan juga akan rilis mini album lagi dengan tema yang berbeda,” kata Sigit.
Ia menambahkan, jumlah lagu yang lebih sedikit menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih format mini album. Dengan begitu, pesan yang ingin disampaikan melalui setiap karya diharapkan dapat lebih mudah sampai kepada pendengar.
“Gue lebih suka mini album ya, lebih cepat prosesnya, lebih dikit lagunya, lebih gampang nyampenya menurut gue ya. Lebih gampang nyampe ke teman-teman,” jelasnya.
Lewat Eksisten, Sigit Wardana tidak hanya memperkenalkan lima lagu dalam satu album, tetapi juga menegaskan keberlanjutan perjalanan musik solonya. Ia turut membuka peluang untuk mengeksplorasi tema dan karya baru melalui proyek-proyek berikutnya.(Jf/Angga)



Posting Komentar